MENUNTASKAN KONSENSUS LOKAL-NASIONAL (YANG) BERKELANJUTAN: (Membaca Ulang Rasionalisasi dan Idealisasi Pembangunan Model GBHN)
Jurnal Society Volume 5 Nomor 1#Juni 2017
PDF (Bahasa Indonesia)

Discipline(s)

Social Sciences

Subjects

Sociology and Political Science, Law, Public Administration

Keywords

GBHN Model;
Consensus Building;
Development Plans;
Sustainable National Development

View Counter

  • Abstract viewed - 150 times
  • PDF (Bahasa Indonesia) downloaded - 107 times

Search in:

| |

How to Cite

Rendy, R. (2017). MENUNTASKAN KONSENSUS LOKAL-NASIONAL (YANG) BERKELANJUTAN: (Membaca Ulang Rasionalisasi dan Idealisasi Pembangunan Model GBHN). Society, 5(1), 23-31. https://doi.org/10.33019/society.v5i1.17
Received 2018-11-21
Published 2017-06-01

Abstract

Tulisan ini merupakan sebuah telaah kritis dan tinjauan analitis terkait GBHN sebagai instrumen mengelola concencus building dalam rangka memperkuat kembali GBHN sebagai haluan negara yang berhaluan Pancasila. Tulisan ini mencoba meninjau ulang terkait Pembangunan model GBHN; antara idealisasi dan rasionalisasi. Oleh karena itu, tentu menjadi sangat penting kemudian menghadirkan sebuah konsep yang ideal dan memadai dengan tujuan mengkerangkai model ideal dan rasional tersebut menuju pembangunan Nasional yang berkelanjutan. GBHN merupakan manifestasi doktrin ‘state-led economic development’, semacam model pembangunan berencana yang dijadikan basis bagi haluan pembangunan suatu negara. Oleh karena itu, upaya untuk menghadirkan kembali pembangunan model GBHN yang tentu berbeda dengan konteks Orde Baru menjadi penting dan relevan, khususnya GBHN yang berhaluan Pancasila. Ini pada akhirnya penting untuk dijadikan semacam konsep yang ideal dan memadai dengan tujuan mengkerangkai model ideal dan rasional terkait pembangunan Nasional yang berkelanjutan. GBHN model baru adalah proyek bersama untuk menyelaraskan grand design jangka panjang pembangunan Nasional ke depan yang tentunya sangat mengedepankan proses-proses yang diskursif dan demokratis. Memperkuat konteks GBHN yang dibangun dengan basis di atas konsensus yang melibatkan secara aktif dan masif berbagai pihak, khususnya komunitas akademik dan juga komunitas gerakan dan swadaya masyarakat menjadi sangat mendesak dilakukan.

DOI : https://doi.org/10.33019/society.v5i1.17
PDF (Bahasa Indonesia)

References

Diamond, Larry, 2003 (terjemahan)., “ Developing Democracy: Toward Consolidation, IRE Press, Yogyakarta.

F. Budi Hardiman, 2009., “Demokrasi Deliberatif: Menimbang ‘Negara Hukum’ dan ‘Ruang Publik’ dalam Teori Diskursus Jurgen Haberman, Pustaka Filsafat-Kanisius, Yogyakarta.

Riswandha Imawan, dkk, 2002., “Konflik dan Kinerja Pemerintah Daerah”, Jurnal Ilmu Politik AIPI, Jakarta.

Rendy Hamzah, 2016., (Desember) “Transformasi Kewenangan MPR”, paper makalah pembahas Workshop Pancasila, Konstitusi, dan Ketatanegaraan’. Kerjasama Badan Pengkajian MPR RI dan UBB.

Rendy Hamzah, 2016., (April) “ Paper FGD ‘ Reformulasi Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dengan Model GBHN ’, kerjasama Center For Electoral and Political Parties (CEPP) FISIP Universitas Indonesia bersama FISIP Universitas Bangka Belitung.

Rendy Hamzah, 2016., (oktober) “ Ketatanegaraan Transformatif: Meretas Konsensus, Ruang, dan Peluang- Membendung Traumatik Politik Publik”. Paper Diskusi Ketatanegaraan, Kerjasama Badan Pengkajian MPR RI dan UBB

Abdul Munir Mulkhan, dkk, 2007., “ Teori Demokrasi Deliberatif”, Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fisipol UGM Vol.11, No.1 Juli 2007, Yogyakarta.

J. Linz, Juan, 2001, Menjauhi Demokrasi Kaum Penjahat, Belajar dari Kekeliruan Negara-Negara Lain. Bandung, Mizan.

Purwo Santoso. “ Melepas Bingkai Pemikiran Patologis: Membaca Ulang Dinamika Elit Lokal Dalam Pemerintahan Daerah”, didownload dari http://www.academia.edu/paperupload/melepas-bingkai-pemikiran-patologis:membaca-ulang–dinamika-elit-lokal-dalam-pemerintahandaerah.html; didownload pada Minggu, 17 April 2016, Pukul 19.00 WIB.

Purwo Santoso, https://www.academia.edu/24503010/GBHN_Sebagai_Kerangka_Penggalangan_Konsensus. Didownload pada 19 Juni 2017. Pukul 13.18 WIB.

Copyright (c) 2017 Owned by the Authors, published by Society

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Downloads

Download data is not yet available.