PENGELOLAAN LAHAN BASAH TERKAIT SEMAKIN MARAKNYA KEBAKARAN DENGAN PENDEKATAN ADAPTASI YANG DIDASARKAN PADA KONVENSI RAMSAR
Jurnal Society Volume 4 Nomor 2#Desember 2016
PDF (Bahasa Indonesia)

Discipline(s)

Social Sciences

Keywords

Lahan Basah;
Kebakaran;
Adaptasi;
Konvensi Ramsar

View Counter

  • Abstract viewed - 420 times
  • PDF (Bahasa Indonesia) downloaded - 4086 times

Search in:

| |

How to Cite

Harahap, F. (2016). PENGELOLAAN LAHAN BASAH TERKAIT SEMAKIN MARAKNYA KEBAKARAN DENGAN PENDEKATAN ADAPTASI YANG DIDASARKAN PADA KONVENSI RAMSAR. Society, 4(2), 38-47. https://doi.org/10.33019/society.v4i2.28
Received 2018-11-21
Published 2016-12-01

Abstract

Lahan basah tidak saja dipahami sebagai pendukung kehidupan secara langsung, seperti sumber air minum dan habitat beraneka ragam mahluk, tapi juga memiliki berbagai fungsi ekologis seperti pengendali banjir, pencegah intrusi air laut, erosi, pencemaran, dan pengendali iklim global. Salah satu bentuk kerusakan lahan basah yang semakin banyak terjadi adalah kebakaran gambut mudah terjadi di hutan rawa gambut tropis. Akibatnya hutan yang telah dieksploitasi dan tajuknya relatif lebih terbuka karena terganggu mengalami kekeringan dan mudah terbakar, ditambah lagi adanya kegiatan penyiapan lahan dengan pembakaran yang dilakukan oleh peladang berpindah. Konven- si Ramsar adalah perjanjian internasional untuk konservasi dan pemanfaatan lahan basah secara berkelanjutan. Indonesia masuk menjadi anggota Konvensi Ramsar pada tahun 1991 dengan di- terbitkannya Keppres 48 Tahun 1991 yang merupakan Ratifikasi Konvensi Ramsar di Indonesia. Strategi adaptasi dapat membantu manusia dalam mengelola dampak perubahan iklim dan melind- ungi sumber penghidupan atau matapencaharian mereka. Salah satu program yang telah dijalankan dalam upaya mengelolan lahan basah dengan pendekatan adaptasi adalah Program Adaptasi dan Mitigasi Lahan Basah Berkelanjutan (Sustainable Wetlands Adaptation and Mitigation Program/ SWAMP). Kegiatan yang dilaksanakan antara lain penanganan kebakaran di daerah penyangga ter- masuk penanaman tanaman tahan api, peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya dan akibat kebakaran, dan juga program pengelolaan daerah tangkapan air untuk mencegah keringnya hutan rawa gambut.
DOI : https://doi.org/10.33019/society.v4i2.28
PDF (Bahasa Indonesia)

References

CIFOR. 2010. REDD Apakah itu? Pedoman CI-FOR tentang Hutan, Perubahan Iklim dan REDD, Center for International Forestry Research. Tidak Dipublikasikan.

CIFOR, 2014, Prioritas Penelitian CIFOR 2013-2014. Center for International Forestry Research. Tidak Dipublikasikan.

Ilman, Muhammad. 2008. Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Lahan Basah Pesisir Indonesia. Disertasi. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Kementrian Lingkungan Hidup. 2004. Strategi Nasional dan Rencana Aksi Pengelolaan Lahan Basah, Komite Nasional Penanggulangan Ekosistem Lahan Basah, Perpustakaan Nasional : Katalog Dalam Terbitan (KDT).

Lorenzo, Eliezer P., Canesio P. Munoz, Pembukaan Lahan tanpa Pembakaran-Sebuah Model Pembukaan Lahan tanpa Bakar dalam Mempersiapkan Pembangunan Hutan Tanaman di Indonesia, http://www.cifor.org/publications/pdf_files/Books/BSuyanto0301I4.pdf, diakses pada tanggal 8 September 2015.

Lubis, Irwansyah Reza, I.N.N. Suryadiputra. 2004. Upaya Pengelolaan Terpadu Hutan Rawa Gambut Bekas Terbakar di Wilayah Berbak-Sembilang, Prosiding Semiloka Kebakaran di Lahan Rawa/Gambut di Sumatera: Masalah dan Solusi. Center for International Forestry Research, Bogor.

Massal, Febrasius, dkk. 2014. Laporan Kerja Teknis Monitoring Hotspot dan Investigasi Kebakaran di Wilayah Kerja KFCP, Kalimantan Forests and Climate Partnership. Tidak Dipublikasikan.

Rahmayanti, Maya. Kontribusi Kebakaran Lahan Gambut Terhadap Pemanasan Global. Jurnal Kaunia, Vol. III, No.2, Oktober 2007, hal. 101-117.

Saharjo, Bambang Hero., Lailan Syaufina. Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut. Center for International Forestry Research, http://www.cifor.org/ipn-toolbox/wp-content/uploads/pdf/C3.pdf, diakses pada tanggal 8 September 2015.

Triana. 2011. Forests for Water and Wetlands. Laporan Kegiatan Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2 Februari 2011. Tidak Dipublikasikan.

Yonatan, Daniel. 2006. Studi Sebaran Titik Panas (Hotspot) Sebagai Indikator Kebakaran Hutan dan Lahan di Propinsi Jambi. Skripsi. Program Studi Budi Daya Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.12/Men-hut-II/2009 Tentang Pengendalian Kebakaran Hutan.

http://www.wetlands.org/Aboutus/tabid/54/Default.aspx, diakses pada tanggal 9 September 2015.

http://indonesia.wetlands.org/RAMSAR/tabid/3741/language/id-ID/Default.aspx, diakses pada tanggal 9 September 2015.

http://www.ramsar.org/about/the-ramsar-convention-and-its-mission, diakses pada tanggal 10 September 2015.

https://id.wikipedia.org/wiki/Konvensi_Ramsar, diakses pada tanggal 9 September 2015.

Copyright (c) 2016 Owned by the Authors, published by Society

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Downloads

Download data is not yet available.